Labels

Serikat Pekerja Anggota Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa PT. Indorama Polyester Industries Indonesia (SPA FSPS PT. IPII) "Lakukan dan Lupakan"
Diberdayakan oleh Blogger.

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Mahkamah Konstitusi Jl. Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat

Pengawalan Judicial Review Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat No. 06 Tahun 2014 dan UU No. 02 Tahun 2004

Gedung DPR RI Jl. Jend. Gatot Subroto No. 6 Jakarta Selatan

FSPS Menolak Revisi UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003

Gedung DPR RI Jl. Jend. Gatot Subroto No. 6 Jakarta Selatan

FSPS Menolak Revisi UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003

Gedung DPR RI Jl. Jend. Gatot Subroto No. 6 Jakarta Selatan

FSPS Menolak Revisi UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003

Gedung DPR RI Jl. Jend. Gatot Subroto No. 6 Jakarta Selatan

FSPS Menolak Revisi UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003

Gedung DPR RI Jl. Jend. Gatot Subroto No. 6 Jakarta Selatan

FSPS Menolak Revisi UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003

Persiapan Aksi Demonstrasi ke Gedung Mahkamah Agung, Rabu 04 Maret 2015

Anggota dan Pengurus utusan SPA FSPS PT. IPII yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) siap mengawal judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi di Gedung Mahkamah Agung, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi FSPS di Gedung Mahkamah Agung dan Kementrian Dalam Negeri, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi FSPS di Gedung Mahkamah Agung dan Kementrian Dalam Negeri, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi FSPS di Gedung Mahkamah Agung dan Kementrian Dalam Negeri, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi FSPS di Gedung Mahkamah Agung dan Kementrian Dalam Negeri, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi FSPS di Gedung Mahkamah Agung dan Kementrian Dalam Negeri, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi FSPS di Gedung Mahkamah Agung dan Kementrian Dalam Negeri, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi FSPS di Gedung Mahkamah Agung dan Kementrian Dalam Negeri, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi FSPS di Gedung Mahkamah Agung dan Kementrian Dalam Negeri, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi FSPS di Gedung Mahkamah Agung dan Kementrian Dalam Negeri, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi FSPS di Gedung Mahkamah Agung dan Kementrian Dalam Negeri, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi FSPS di Gedung Mahkamah Agung dan Kementrian Dalam Negeri, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi FSPS di Gedung Mahkamah Agung dan Kementrian Dalam Negeri, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi FSPS di Gedung Mahkamah Agung dan Kementrian Dalam Negeri, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Aksi Demonstrasi FSPS di Gedung Mahkamah Agung dan Kementrian Dalam Negeri, Rabu 04 Maret 2015

FSPS yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar) melakukan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan

Sabtu, 14 Maret 2015

Mekanisme “Judicial Review” di MA Digugat ke MK

Muhammad Hafidz selaku Pemohon saat sesi wawancara oleh
media elektronik, Kamis (12/3) di Gedung MK. Foto Humas/Ganie
Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang perdana Perkara Nomor 30/PUU-XIII/2015 yang dimohonkan oleh Muhammad Hafidz, Wahidin dan Solihin dengan agenda pemeriksaan pendahuluan pada Kamis (12/3), di Ruang Sidang Pleno MK. Adapun ketentuan yang diujikan dalam perkara ini adalah Pasal 31A ayat (4) UU No. 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung (UU MA). Para Pemohon menganggap ketentuan tersebut telah merugikan hak-hak konstitusional mereka, terkait tertutupnya proses pemeriksaan persidangan pengujian peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang di MA.

“Para Pemohon tidak dapat mengetahui sejauh mana permohonannya diperiksa dan juga tidak bisa menghadirkan ahli atau saksi untuk didengar keterangannya, serta tanpa persidangan yang terbuka, para Pemohon tidak memiliki kesempatan untuk mengetuk pintu hati nurani hakim akan pentingnya permohonan yang diajukan,” urai Hafidz, di hadapan majelis sidang panel yang dipimpin oleh Wakil Ketua MK, Anwar Usman.

Menurut Hafidz, kewenangan pengujian peraturan perundang-undangan yang dimiliki oleh MA mempunyai karakteristik yang berbeda dengan kewenangan penyelesaian perselisihan oleh badan peradilan. Pengujian peraturan perundang-undangan, lanjut Hafidz, mempunyai karakteristik putusan yang bersifat final dan mengikat. Selain itu, putusan pengujian peraturan perundang-undangan akan mengikat bukan hanya kepada para pemohon, namun juga masyarakat pada umumnya.

“Nuansa public interest dalam pengujian ketentuan peraturan perundang-undangan, merupakan pembeda yang sangat jelas dengan perkara pidana, perdata dan tata usaha negara, yang pada umumnya menyangkut kepentingan pribadi dan individu berhadapan dengan individu lain atau pemerintah,” papar Hafidz.

Lebih lanjut, Hafidz menyatakan bahwa tidak adanya pengaturan tentang proses pemeriksaan dalam pengujian peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang akan mengakibatkan tidak adanya batas-batas hukum bagi MA dalam menjalankan kewenangannya. “Akan menjadi liar karena tidak ada ukuran-ukuran hukum atau batas-batas hukum yang jelas bagi Mahkamah Agung dalam menjalankan wewenangnya, yaitu salah satunya untuk memeriksa dan memutus sebuah permohonan pengujian ketentuan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan di atasnya,” kata Hafidz.

Untuk itu dalam petitumnya, Hafidz meminta putusan provisi kepada majelis hakim, yakni agar MA melakukan penundaan terhadap seluruh pemeriksaan permohonan pengujian peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang. Selain itu, hafidz juga meminta agar majelis hakim mengabulkan permohonan dan menyatakan Pasal 31A ayat (4) UU a quo dinyatakan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai bahwa permohonan pengujian peraturan perundang-undangan oleh MA diputus paling lama 14 hari, yang pemeriksaan dan pembacaan putusannya dilakukan melalui sidang terbuka untuk umum.

Menanggai permohonan tersebut, Majelis Panel memberikan masukan dan nasihat terhadap permohonan. Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams meminta kepada Pemohon agar lebih memperkuat posita (alasan permohonan). Menurut Wahiduddin, Pemohon harus lebih menguraikan secara mendalam tentang landasan filosofi perlunya pemeriksaan dan pembacaan putusan yang dilakukan dalam sidang terbuka untuk umum. Selain itu, Pemohon juga harus menguraikan aturan-aturan yang terkait dengan perlunya pemeriksaan dan pembacaan putusan yang dilakukan dalam sidang terbuka untuk umum.

Sementara itu, Hakim Konstitusi Suhartoyo meminta kepada Pemohon agar melampirkan tanda bukti kalau Pemohon mengajukan permohonan pengujian ke MA. Sebelumnya, para Pemohon sempat menyampaikan kepada majelis hakim bahwa mereka kini sedang mengajukan permohonan uji materi Peraturan Daerah Provinsi Daerah Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan di MA. Selain itu, Suhartoyo juga meminta kepada Pemohon agar lebih mencermati dan meneliti lagi keberadaan peraturan yang mengatur pemeriksaan pengujian peraturan perundang-undangan di MA.

“Memang benar perlu diteliti dengan cermat apakah aturan-aturan itu enggak ada, atau memang ada, tapi kemudian hanya pada tataran implementasi yang bisa menjadi persoalan atau penafsiran,” kata Suhartoyo.

Sedangkan Hakim Konstitusi Anwar Usman menanyakan kepada para Pemohon apakah memang benar pasal yang akan diuji adalah Pasal 31A ayat (4), karena ketentuan tersebut hanya mengatur masalah batas waktu penyelesaian permohonan uji materiil di MA. Menurut Anwar, ketentuan yang lebih terkait dengan sidang yang terbuka untuk umum adalah Pasal 40 ayat (2). “Nah, kaitannya dengan pelaksanaan sidang, ya, jadi terutama masalah sidang yang terbuka untuk umum itu di Pasal 40 ayat (2), kok yang diuji Pasal 31. Apa memang maunya begitu, ya. Artinya mungkin belum mengkaji Pasal 40 ayat (2),” kata Anwar. Selanjutnya, para Pemohon diberi waktu 14 hari untuk memperbaiki permohonannya.(Triya IR)

Sumber: www.mahkamahkonstitusi.go.id
http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/index.php?page=web.Berita&id=10685

Kamis, 05 Maret 2015

Buruh Resmi Gugat Perda Ketenagakerjaan Jawa Barat ke MA

Aliansi Jawa Barat (Aljabar)
Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sekitar 1.000 orang buruh yang tergabung dalam Aliansi Jawa Barat (Aljabar), dengan daerah asal dari Bekasi, Karawang, Purwakarta, Sukabumi, Tasikmalaya, Cirebon dan Garut, didepan halaman gedung Mahkamah Agung, Rabu (4/3), juga ternyata sekaligus mendaftarkan permohonan judicial review atas terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan.

Para buruh mengecam pengaturan sistem kerja kontrak dan outsourcing dalam Perda tersebut. Menurut para buruh, sistem kerja kontrak akan terus diterapkan oleh pengusaha, karena diatur dalam peraturan undang-undangan. “Kami meminta pengaturan sistem kerja kontrak dihapus dalam Perda Jawa Barat, karena hal itu yang membuat pengusaha masih menerapkan sistem kerja kontrak”, protes salah satu orator.

Permohonan yang diajukan para buruh atas nama Ahmad Jejen, dkk melawan Gubernur Jawa Barat itu, diterima oleh Ria Susilawesti, S.H., selaku Kasubdit HUM dan PK Pajak pada Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Tata Usaha Negara di Mahkamah Agung, dengan Nomor Register W10-U1 3III/2015/HUM.

Menurut Ria, kemungkinan permohonan para buruh tidak langsung diperiksa oleh Mahkamah Agung. Karena ada 3 (tiga) pengujian undang-undang ketenagakerjaan yang masih belum diputus oleh Mahkamah Konstitusi. “Karena yang diuji ini dianggap bertentangan dengan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, maka Mahkamah Agung belum bisa memulai pemeriksaannya, karena UU 13/2003 masih diuji di Mahkamah Konstitusi”, jelas Ria.

Berdasarkan ketentuan Pasal 55 UU 24/2003 yang diubah dengan UU 8/2011 tentang Mahkamah Konstitusi, “Pengujian peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang yang sedang dilakukan Mahkamah Agung wajib dihentikan apabila undang-undang yang menjadi dasar pengujian peraturan tersebut sedang dalam proses pengujian Mahkamah Konstitusi sampai ada putusan Mahkamah Konstitusi”.

Setelah menggelar aksi didepan Mahkamah Agung, para buruh juga mendatangi kantor Departemen Dalam Negeri. Mereka meminta agar Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu, mencabut atau membatalkan Perda Ketenagakerjaan yang dianggap sesat dan bentuk makar terhadap hak-hak konstitusional para buruh yang dijamin dalam UUD 1945.

“Perdanaker Jawa Barat sesat dan makar, batalkan sekarang juga”, teriak para peserta demonstrasi ditengah rintik hujan.

Sumber: www.buruh-online.com
http://www.buruhonline.com/artikel-1078-buruh-resmi-gugat-perda-ketenagakerjaan-jawa-barat-ke-ma.html#ixzz3TWaPiwbz
 

Berita Nasional Terkini